Header adsense

06 Februari 2009

Ketika kita merasa kehilangan

Skenario 1

Andaikan Anda sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak
mendapatkan tempat duduk, Anda berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana
cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi Anda untuk menggoyang-goyangkan
kaki. Di tengah perjalanan, Anda dikejutkan oleh seseorang yang menepuk
bahu Anda. "Mas. Handphone mas barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya
memberikan handphone milik Anda. Apa yang akan Anda lakukan kepada orang
tersebut? Mungkin Anda akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu
saja.

Skenario 2

Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Andaikan Anda tidak sadar
handphone Anda terjatuh, dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.
Orang itu tahu handphone itu milik Anda tetapi tidak langsung memberikannya
kepada Anda. Hingga tiba saatnya Anda akan turun dari kereta. Sesaat
sebelum Anda turun dari kereta, orang itu menepuk Anda dan menyodorkan handphone
Anda sambil berkata "Mas. Handphone mas barusan jatuh nih." Apa yang akan
Anda lakukan kepada orang tersebut? Mungkin Anda akan mengucapkan terima
kasih juga kepada orang tersebut, tetapi saya pikir rasa terima kasih yang
Anda berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang Anda berikan
pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone
itu kepada Anda). Setelah itu mungkin Anda akan langsung turun dari kereta.

Skenario 3

Marilah kita beralih kepada skenario ketiga. Pada skenario ini, Anda tidak
sadar handphone Anda terjatuh, hingga Anda menyadari handphone Anda tidak
ada di kantong Anda saat Anda sudah turun dari kereta. Anda pun panik dan
segera menelepon ke nomor handphone Anda, berharap ada orang baik yang
menemukan handphone Anda dan bersedia mengembalikannya kepada Anda. Orang
yang sejak tadi menemukan handphone Anda (namun tidak memberikannya kepada
Anda) menjawab telepon Anda. "Halo, selamat siang mas. Saya pemilik
handphone yang ada pada mas sekarang," kata Anda kepada orang yang sangat
Anda harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada Anda.
Gayung bersambut, orang yang menemukan handphone Anda berkata, "Oh, ini
handphone mas ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar
mas ambil di sana nanti ya." Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan,
Anda pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut. Orang
itu pun memberikan handphone Anda yang telah hilang. Apa yang akan Anda
lakukan pada orang tersebut? Satu hal yang pasti, Anda akan mengucapkan
terima kasih, dan sepe rti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih
Anda pada skenario kedua bukan? Bukan tidak mungkin kali ini Anda akan
memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone Anda
tersebut.

Skenario 4

Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat. Pada skenario ini, Anda
tidak sadar handphone Anda terjatuh, Anda turun dari kereta dan menyadari
bahwa handphone Anda telah hilang, Anda mencoba menelepon tetapi tidak ada
yang mengangkat. Sampai akhirnya Anda tiba di rumah. Malam harinya, Anda
mencoba mengirimkan SMS: "Bapak/Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik
handphone yang ada pada bapak/ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan
kebaikan hati bapak/ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada
saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. " SMS pun dikirim dan tidak ada
balasan. Anda sudah putus asa. Anda kembali mengingat betapa banyaknya data
penting yang ada di dalam handphone Anda. Ada begitu banyak nomor telepon
teman Anda yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari
kemudian, orang yang menemukan handphone Anda menjawab SMS Anda, dan
mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut. Bagaimana
kira-kira perasaan Anda? Tentunya Anda akan sangat senang dan segera pergi
ke tempat yang diberikan oleh orang itu. Anda pun sampai di sana dan orang
itu mengembalikan handphone Anda. Apa yang akan Anda berikan kepada orang
tersebut? Anda pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya
kepadanya, dan mungkin Anda akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan
besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin Anda berikan di
skenario ketiga).

Moral

Apa yang Anda dapatkan dari empat skenario cerita di atas? Pada keempat
skenario tersebut, Anda sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang
menemukannya. Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya
kepada Anda. Anda berikan dia ucapan terima kasih. Orang kedua menemukannya
dan memberikan kepada Anda sesaat sebelum Anda turun dari kereta. Anda
berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar. Orang ketiga menemukannya
dan memberikan kepada Anda setelah Anda turun dari kereta. Anda berikan dia
ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah. Orang keempat
menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru
mengembalikannya kepada Anda. Anda berikan dia ucapan terima kasih ditambah
hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang aneh di sini. Cobalah pikirkan, di antara keempat orang
di atas, siapakah yang paling baik? Tentunya orang yang menemukannya dan
langsung memberikannya kepada Anda, bukan? Dia adalah orang pada skenario
pertama. Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di
antara empat orang di atas.

Manakah orang yang paling tidak baik? Tentunya
orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat Anda menunggu
beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone Anda tersebut selama itu.
Namun, ternyata dia adalah orang yang akan Anda berikan reward paling
besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Anda memberikan reward kepada keempat
orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan
lebih pantas mendapatkan banyak, Anda berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu? Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin
bertambah di setiap skenario. Pada skenario pertama, kita belum berasa
kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah
mendapatkannya kembali. Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan
kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa
kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah
turun dari kereta. Pada skenario ketiga, Anda sempat merasakan kehilangan, namun
tidak lama Anda mendapatkan kelegaan dan harapan Anda akan mendapatkan
handphone Anda kembali. Pada skenario keempat, Anda sangat merasakan
kehilangan itu. Anda mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar
kepada orang yang menemukan handphone Anda, asalkan handphone itu bisa
kembali kepada Anda. Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan Anda
semakin menghargai handphone yang Anda miliki.

Saat ini, adakah sesuatu yang kurang Anda syukuri? Apakah itu berupa rumah,
handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau
suatu hal lain. Ada satu cara yang benar-benar ampuh yang bisa dilakukan Tuhan
untuk membuat kita mensyukuri sesuatu yang mungkin kita anggap biasa itu.
Bagaimana? Dengan mengambilnya dari kita, hingga kita merasakan kehilangan.
Saat itulah, kita akan mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang
tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat
bersyukur? Saya rasa sebaiknya tidak. Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk
hidup kita, selagi itu masih ada. Jangan sampai kita menyesali karena tidak
bersyukur ketika itu telah diambil dari kita.







03 Februari 2009

Cerita-cerita Kecil Seputar Google Yang Jarang Diketahui

1. Larry Page dan Sergey Brin awalnya bermusuhan.
Sebagai orang yang sama-sama cerdas, LP dan SB adalah dua orang yang sering
berdebat satu sama lain meskipun untuk urusan kecil seperti siapa yang harus
menutup pintu atau siapa yang lebih dulu membaca koran. Pertengkaran kecil
seperti ini sering menggangu teman-teman seasrama mereka. Ternyata mereka
bertengkar bukan karena membenci satu sama lain , melainkan mereka terbiasa
untuk kompetitif satu sama lain. Toh pertengkaran kecil mereka selalu
diakhiri tertawa bersama :)


2. Sergey Brin lebih genit daripada Larry Page
Kalau urusan wanita, Larry Page memang lebih konservatif dibanding Sergey
Brin.

3. Pendiri Google pernah frustasi.
Setelah berturut-turut ditolak AltaVista, Excite, dan (terakhir) Yahoo, LP
dan SB sama-sama frustasi. Buat mereka Teknologi Page Rank Google seperti
layu sebelum berkembang. Mereka tidak pernah bermimpi Google akan bisa
sebesar sekarang. Saat itu pikiran mereka cuma satu: menyelesaikan Phd
mereka secepatnya dan menyempurnakan Google sambil jalan. Bahkan sangking
frustasinya, pernah Google tidak dilirik selama 1 minggu.

4. LP dan SB menggojlok Eric Schmidt ketika pertama berkantor di Google.
LP dan SB bersekongkol mengerjai Eric dengan cara membagi-bagikan secara
gratis kartu kredit perusahaan ke para karyawan. Tentu saja Eric pusing, dan
dapat pekerjaan tambahan: menarik kembali kartu kredit tersebut dari para
karyawan yang juga berusaha menyembunyikan. Di lain hari Eric dikerjai
dengan tiba-tiba ada telepon umum di dalam ruang kerjanya. Juga Kulkas dan
kursi pijat. Jika Eric tidak punya selera humor, bisa-bisa ngamuk dia. Tapi
dia sadar sedang dikerjai dua orang pendiri. Jadi sing waras ngalah….

5. Cerita Palsu untuk nama perusahaan
Nama asli Google dipublikasikan oleh perusahaan sebagai cerita salah tulis
dari kata Googol yang artinya angka 1 diikuti 100 angka nol dibelakangnya
menjadi Google. Padahal, menurut bocoran salah seorang karyawan awal Google,
sebenarnya kata Google berasal dari kata “Go Girl !”, dimana Sergey Brin
suatu saat memperoleh ide tersebut ketika sedang menonton pertandingan
olahraga dengan para Cherleader yang meneriakkan kata Go Girl ! Go Girl !
(gogel) Cerita meragukan ini didukung 2 fakta: Sergey Brin suka menonton
para Cherleader, dan kedua: Google mensponsori para Cherleader dengan
memasang tulisan Google di kaos para Cherleader. Mengapa perlu dibuat cerita
palsu yang masuk akal, karena konotasi GoGirl yang negatif tidak sesuai
dengan citra perusahaan jika suatu saat ingin Go Public.

6. Larry Page ingin membuat Alat Transportasi otomatis, Sergey Brin ingin
membuat koloni di Mars.
Ini di kemudian hari memang benar-benar diwujudkan. Setidaknya, berusaha
diwujudkan. Ide Larry dimulai dengan project mobil listrik, ide Sergey
diwujudkan dengan Project Virgle.

7. Tanda ~ yang lebih powerfull daripada tanda * yang jarang dipakai.
Dahulu di jaman DOS masih jaya, tanda * sangat berguna untuk menemukan semua
file yang bernama tertentu. Sekarang di jaman DOS-nya Internet (Google) maka
tanda ~ menggantikan fungsi wildcard dengan sedikir perbedaan penting: lebih
cerdas. Tanda ~ jika diketikkan didepan kata tertentu, berarti kita
menginginkan Google untuk mencari semua data yang berkaitan dengan keyword
tertentu dan sinonimnya. Misalnya ~motor, maka semua halaman yang mengandung
kata motor dan sinonimnya, seperti motor show, sepeda motor, atau motor boat
akan ditampilkan.

Sumber : http://bandungraya.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=3&artid=7





02 Februari 2009

Pameran disain grafis - Gudeg Yogya




Ada info menarik lagi dari teman ku nih, Judulnya Pameran desain Grafis Gudeng Yogya. Salah 3 dari contoh karya teman ku widykendongtapitidakbodong.
Anda tertarik? hubungi alamat email diatas atau datang aja langsung ke TKP nya tanggal 8-21 Februari 2009 di Galery ADVY Jln. Taman Siswa 150B Yogyakarta. DON'T MISS IT





Daftar Blog

Cluster Map

 

Box


Recent Posts

Recent Comments